BRMP Sulut Pastikan Lahan Benih Padi Siap Produksi
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menerima amanah produksi benih sumber padi tahun 2026. Lembaga tersebut menargetkan total produksi benih sebanyak 82 ton sepanjang tahun berjalan. Jumlah tersebut terdiri dari sembilan ton benih kelas Foundation Seed (FS) dan tujuh puluh tiga ton benih kelas Stock Seed (SS). Program ini menjadi bagian penting dari upaya strategis nasional ketahanan pangan.
Kegiatan produksi benih bermutu tersebut bertujuan mendukung ketersediaan sarana pertanian bagi seluruh petani. Pemerintah merancang program ini untuk mewujudkan keberlanjutan swasembada pangan di seluruh wilayah Indonesia. BRMP Sulawesi Utara melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan penuh perhatian dan ketelitian. Mereka menjadikan mutu benih sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan kegiatan.
Tim perbenihan BRMP Sulut melakukan kunjungan lapangan pada tanggal (25/5/2026). Mereka meninjau lokasi penangkaran milik Kelompok Penangkar Yantaton di Desa Poyowa Kecil. Lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu. Kegiatan ini mereka laksanakan untuk memastikan kelancaran seluruh proses produksi benih sumber yang direncanakan.
Kelompok Penangkar Yantaton menjadi salah satu mitra kerja resmi lembaga tersebut sejak beberapa waktu lalu. Pihak BRMP telah mempercayakan kelompok ini untuk menangani proses produksi benih sumber secara langsung. Kerja sama tersebut mereka bangun atas dasar rekam jejak yang baik dan hasil kerja yang memuaskan. Kedua belah pihak menjalin hubungan sinergis demi kemajuan sektor pertanian daerah.
Tim pelaksana memverifikasi kesiapan lahan yang akan digunakan untuk produksi benih kelas Foundation Seed (FS). Lahan tersebut nantinya akan menghasilkan sembilan ton benih sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Varietas yang akan dibudidayakan meliputi Ciherang, Inpari 32, dan Inpago 12 Agritan. Ketiga jenis padi tersebut merupakan varietas unggul yang sangat diminati oleh petani setempat.
Varietas unggulan tersebut telah membuktikan kemampuan adaptasi yang baik di lingkungan Sulawesi Utara. Petani daerah itu memilih jenis padi tersebut karena hasil panennya yang melimpah dan kualitasnya yang terjamin. BRMP Sulawesi Utara memastikan kesesuaian jenis tanaman dengan kondisi alam setempat sebelum penanaman. Langkah ini mereka ambil untuk menjamin keberhasilan produksi dan kepuasan pengguna benih.
Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat lembaga terhadap mutu dan ketersediaan benih. BRMP menjaga rantai pasok mulai dari tahap persiapan lahan hingga penyaluran kepada petani. Kinerja tersebut memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional. Masyarakat pertanian pun merasakan manfaat positif dari pengelolaan sistem perbenihan yang terencana baik.